Love You Too My Eifel Boy

Love You Too My Eifel Boy 

‘aku selalu menunggu mu di Menara Eifel, Paris. jangan lupa.. jika sudah mendarat di France langsung menuju menara Eifel ya’

* * *

“AAAAAAAAAAA~~~~” teriak ku yang terbangun dari tidurku yang indah. Indaah??! Aku fikir ini tidak indah!! Aku mengalami mimpi BURUKKKKKK…

Brakkkk !!!

“Pariiiis~ ada apa??”

Terdengar suara Berlin sahabatku yang membuka pintu kamar ku dengan wajah yang cemas dan kaget, sangat terlihat sekali. Nama ku Paris, yaa panggil saja begitu dan yang tadi itu Berlin. Kami berdua memiliki mimpi yang sama yaitu.. ingin mengelilingi dunia terutama Eropa. Berlin sangat terobsesi sekali dengan negara Jerman. Dia penggemar club sepak bola Jerman no.1 . Berlin dan aku tinggal bersama di rumah kontrakan yang lumayan dekat dengan kampus. Setiap pertandingan liga dunia kami berdua selalu begadang tidak pernah absent. Tentunya sahabat ku yang memiliki wajah ke cina – cinaan itu selalu mendukung Jerman dan aku tak lain dan tak bukan memegang Prancis^^.

 “pariiis~ hey jangan buat aku cemas? Are you ok?”

Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku hanya melihat ke arah sahabatku dan langsung tertidur kembali. Berlin masih tak mengerti dengan ku dan langsung menuju kekamarnya.
Aku masih tidak percaya dengan mimpi ku tadi. Aku harap itu tidak terjadi pada ku suatu saat nanti. tapii…… :(

Pagi hari nya di kampus, aku duduk di taman di bawah pohon besar seperti biasa dengan Berlin. Kebiasaan kami jika ada jam kosong kami selalu menghabiskan waktu kami di Taman kampus untuk membaca buku atau merancang mimpi – mimpi kami dan memberikan motivasi satu sama lain.

“Paris,..?”

“hm.. apa Berlin?” kata ku sambil focus mengetik tugas – tugas ku.

“tadi tengah malam kenapa beteriak? Ganggu tau -.-“

Aku terhenti mengerjakan tugas ku dan terdiam. Ah~ iya aku baru sadar letak kamar kami berdua itu berdekatan. Dengan rumah kontrakan yang tidak terlalu besar cukup untuk kamar dua , dapur beserta kamar mandi, ruang tv serta ruang tamu yang tidak terlalu kecil, dan suara ku yang menggelegar tadi malam pasti sangat terdengar sekali ke kamar nya Berlin. Dan aku yakin pada saat itu sahabat ku sedang bertelepon dengan Wisnu pacarnya, anak kedokteran di kampusku. What a lucky her T.T

“Mas Wisnu juga sampai mendengar suara mu..” lanjutnya

Aaah~ mereka berdua benar – benar membuatku  ENVY setengah mati. Gimana tidak.. mereka pacaran sudah 3 tahun. Sejak awal masuk perkuliahan semester 1 mereka jadian sampai sekarang kami semester 7. Sementara aku baru 3 bulan merajut cinta bersama Leo sudah di putusin olehnya seminggu yang lalu. Pria itu tak jelas apa maunya pria yang aku kenal lewat twitter, Leo hanya memainkan perasaanku saja T.T . Pacarnya Berlin, Wisnu memang pria yang baik, perhatian, pintar, tampan, dan kaya. Matanya sipit sama dengan Berlin, mereka memiliki kesamaan wajah aku rasa. Aku do’a kan supaya hubungan mereka berjalan lurus dan mulus menuju ke pelaminan^^ aamin.

“Hei~ kenapa kamu diam Paris??”

“ah~ tentang mimpi itu? Itu.. mimpi buruk, tapi menyenangkan..” jawab ku ragu – ragu

“apa maksudmu? Ayo ceritakan yang sejujurnya padaku..”

“mimpi menikah di Menara Eifel Paris, Fran.. ” Jawabku

“oh may god..! itu pertanda Paris .. mimpi indah begitu kenapa dibilang buruk? Aneh kamu..” potong Berlin dengan nada yang penuh semangat.

“tapi ini menyebalkan.. aku menikah di Paris dengan, FAHMI..” jelasku sambil menunduk tak berdaya ketika ku sebut nama ‘Fahmi’

“Fahmi..? anak teater sekaligus ketua teater di kampus kita yang sombong itu?”

Aku hanya mengangguk perlahan. Entah apa yang merasuki jiwa ku sampai – sampai aku memimpikan pria itu. Sebenarnya aku mengenal sifat Fahmi dari SD. Dia adalah kakak kelas ku. Jadi tak heran banyak yang bilang Fahmi sombong dan lain lain. Tapi pada saat aku di test acting untuk masuk di club Teater olehnya minggu lalu, entah kenapa aku merasa melihat Fahmi beda sekali dengan Fahmi waktu SD. Fahmi sekarang lebih tampan, keras dan kritik sekali tapi sombongnya masih terlihat ada. Bakat acting Fahmi memang sudah terlihat sejak SD dan aku mengaguminya dulu sampai sekarang. Sayang aku gagal masuk ke club teater nya Fahmi. Dia menolak ku karna alasan aku sangat tidak cocok sekali di teater, Acting ku sangat kurang katanya. Sangat menyebalkan sekali dia.

***

Sesampainya kami berdua di kelas, tidak tau kenapa hawa ketidak beruntungan aku rasakan.

 “WHAAT?? Tugas akhir dalam mata kuliah literature, bermain drama?? Are you sure mom?”

“yes I’m sure.. make a group and play drama for final exam.”

“but I can’t do…”

“masih ada waktu 5 bulan kok. You can do it dear..” jelas Mrs. Meita dosen literature ku.

Aku mendapatkan teman – teman satu group yang sama denganku yaitu kaku saat acting, sangat tidak memahami bagaimana cara bermain drama yang baik. Benar benar unlucky girl for me. Beda hal nya dengan Berlin dia mendapatkan kelompok yang sempurna aku rasa. Di kelompoknya terdapat Fani dan Rendi anak teater, anak buah Fahmi.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Kami berlatih sendiri tapi kurang memuaskan, kami membutuhkan seorang pelatih untuk mempoles drama kami. Ku bawakan “The Tudor” dalam drama ku. Naskah murni aku buat dengan melihat dvd tentang The Tudor dan searching di Wikipedia dan blog-blog lainnya yang berkaitan dengan dramaku itu.

* * *

Sebulan lagi pementasan drama dari masing- masing kelas jurusan pendidikan bahasa inggris di gelar. Kelompok ku sama sekali belum percaya diri. Aku yang lemah di drama dan tidak mengetahui apapun tentang hal itu, hanya pasrah duduk di taman kampus di bawah pohon yang besar. Pasrah mendapatkan nilai C dalam tugas akhir literature. Sudah ku minta Fahmi untuk membantu ku beserta kelompokku mengatur drama kami, tapi dia tidak mendengarkanku.

Bagaimana ini aku tidak ingin mendapat nilai C atau nilai yang turun dari semester - semester sebelumnya karena pementasan kami kurang maksimal. Jika semua itu terjadi maka tamatlah sudah untuk mendapatkan beasiswa ke Eropa tahun ini.

“bagaimana, orang itu masih tidak ingin membantumu, Paris?” Tanya berlin yang tiba – tiba saja duduk disamping kanan ku tanpa aku sadari

“coba biar mas Wisnu yang bicara dengan dia, siapa tau dia berubah fikiran..” sambung mas Wisnu yang duduk di samping kiriku. Eh, aku tak sadar juga ada mas Wisnu disini.

“tidak usah mas,. Aku sudah tau sifat Fahmi yaitu Sekali tidak ya tidak..” jawabku sambil memberikan senyum yang menyedihkan.

“sabar Paris, Orang itu memang harus diberikan pelajaran. Tunjukkan pada orang itu tanpa dia kalian semua bisa membawakan The Tudor dengan baik dan mendapatkan nilai A dalam tugas akhir nanti..” kata sahabatku Berlin. “Aku yakin penampilan kalian nanti pasti amazing. kalian sudah menontn film The Tudor dari awal sampai akhir, kalian juga sudah membaca tulisan – tulisannya dan artikel – artikelnya. Jadi tunggu apa lagi? Yang penting kita sudah berusaha dan berdo’a :) “ sambungnya.

Aku terdiam dan memahami perkataan sahabatku itu. Berlin benar kami harus menunjukan bahwa kami bisa. Tanpa Fahmi juga kami bisa menampilkan drama kami dengan baik.

“ber,. Thanks for your suggest ” kata ku tersenyum lega dan langsung bangkit meninggalkan mereka menuju teman – teman kelompok drama ku yang sedang latihan.

Hari yang dinanti tiba, hari dimana nilai IPK ku tidak boleh sampai turun, dan hari yang akan membuat semua orang terpukau. Aku yakin pasti kami bisa. Semangat..!! God,. Giving our the best from this. amien.

Ini  adalah ulangan akhir bagi jurusan pendidikan bahasa inggris, tapi kenapa suasananya seperti pementasan drama sungguhan? Banyak sekali penontonnya. Ku lihat dari belakang panggung Mrs. Meita yang asik duduk di baris ketiga depan bersama dengan mahasiswa – mahasiswa yang lain. Ku arahkan pandangan ku kembali ke sudut yang paling belakang, what? Fahmi? Kenapa orang itu ada disini? Ah~ entahlah, aku tak ingin memperdulikannya yang terpenting sekarang aku ingin focus dengan drama ku.

One by one group sudah menampilkan dramanya masing – masing dan sekarang dramaku. The Tudor is begin. Costume kami yang paling ribet dan menakjubkan. Hati ku pasrah mau dapat nilai berapapun nanti di KHS yang terpenting aku dan teman – teman sudah memberikan yang terbaik.

* * *

“selamat..”

Aku yang sedang duduk seperti biasa ditaman kampus kaget mendengar Suara itu, seperti suara…

“Fahmi?”

“kenapa?” jawabnya agak kaku sambil membungkuk mendekatkan wajahnya kepada ku

‘o.. fahmi jarak kita terlalu dekat,.’ Kata ku dalam hati

“Dramanya dapat nilai A tuh,.” Jelasnya yang langsung berbaring disampingku sambil menatap langit
A? Oh My God.. is it true? Wait wait.. mengapa tiba – tiba Fahmi menjadi aneh begini?

Tanpa fikir panjang aku pun langsung berlari menuju mading dan benar saja, aku mendapat nilai A di Leterature. Thanks God. Aku sangat senang sekali, ditambah disemester sekarang nilai ku naik. Europe,. Wait me.

* * *

“What? Beasiswa ke Eropa untuk S1 tidak ada pak?” Tanya ku kepada dosen pembimbing ku Mr. Rudi. Aku selalu konsultasi tentang nilai – nilai ku, beasiswa dan skripsi ku saat ini.

“yes, I hear the scholarship to Europe for S1 is close. Lagi pula kamu sedang skripsi disini, jadi tidak bisa juga. Tapi tenang saja kamu bisa mengambil beasiswa S2 nya nanti disana.” Jelas Mr. Rudi

“really?”

“ya,. Tapi IP keseluruhan kamu harus diatas 3 ya? syukur – syukur 3,5 kamu sudah sangat aman dan bapak bisa merekomendasikan kamu dengan aman juga nanti untuk S2”

Okay, I  think this is not big problem. I can take the S2 scholarship in Europe.

* * *

Ddrrttt… ddrrtt…

“hallo?” sahut ku

“bagaimana sidang skripsinya?”

“lancar dan berhasil, para penguji sangat puas sekali dengan persentasi ku. wait me in Paris,.”

“Congratulation. okay~ I’ll be waiting for you in here.. “

Click..

Malam hari di rumah kontrakan yang ramai walau hanya berdua dengan Berlin, aku menunggu hasil pengumuman beasiswa. Tapi malam ini tidak. Setelah mas Wisnu diwisuda beberapa bulan yang lalu, dia langsung melamar Berlin dan sebulan setelahnya mereka menikah. sahabatku pun mengambil cuti beberapa tahun untuk itu. Impian Berlin sudah tercapai aku rasa. mas Wisnu mengajak sahabatku honeymoon keliling dunia ><. Dia selalu mengirimiku foto – fotonya di berbagai negara. Dia sangat beruntung mendapatkan mas Wisnu. Bahkan aku pun iri terhadapnya.

Ddrrttt.. ddrtt..

Kali ini getaran handphone ku berhasil membuyarkan lamunanku. Oh kali ini dari Mr. Rudi. Ada apa malam menelpon?

“Hallo sir?” kataku

“yes,.” Balasku

“okay,, tomorrow I’ll be there on time in campus. Thank you sir”.

Keesokan harinya aku datang sangat pagi sekali menunggu informasi dari dosen pembimbingku. Lumayan menunggu sangat lama. Sambil menunggu Mr. Rudi aku duduk di taman kampus di bawah pohon seperti biasanya, membuka laptop ku dan mulai membuka kotak pesan yang sudah dari tadi tiba di email ku.

Pesan pertama : ‘aku selalu menunggu mu di Menara Eifel, Paris. jangan lupa.. jika sudah mendarat di France langsung menuju menara Eifel ya’

Pesan kedua : ‘yak.. kau pasti sangat iri sekali pada ku Paris? kkkkk :p kali ini aku kirimi kau foto – foto ku dengan mas Wisnu di Jerman.’

Hahaha.. dasar Berlin.. ‘ya jelas aku sangat iri sekali dengan mu, pokoknya setibanya kalian di Indonesia kasih aku oleh – oleh dari setiap negara yang kalian kunjungi dan baby :3 hahahaha..’ balasku kepada sahabatku itu.

‘aku selalu ingat.. tidak akan lupa.. ’ balasku pada pesan yang pertama

“Paris,, dicari Mr. Rudi” teriak Putri teman sekelasku

“thanks” balasku

* * *

“yes, sir?”

“you are my favorite student Paris.. kamu diterima di salah satu Universitas ternama yang sama dengan Fahmi di Paris Prancis... congratulation “ jelas Mr. Rudi dengan senyuman yang sangat puas sekali

OH MY GOD… hati ku ingin meledak – ledak dan ingin sekali berteriak langsung di ruangan dosen serta di depan Mr. Rudi juga. THANK YOU GOD…

“Thank you sir., thank a lot for give me a gold ticket to my dream” kata ku mulai ngawur. Tak bisa berkata – kata lagi aku hanya mengucap syukur dan terima kasih dengan Tuhan , orang tua ku di kampung dan Mr. Rudi yang selalu membimbingku.

‘setelah passport dan yang lainnya sudah selesai, aku akan menuju tempat mu.. Fahmi ..’

“Sent..!”

* * *

Sesampainya di Paris aku langsung menuju menara Eifel tempat dia yang selalu meungguku. Entah apa semenjak pementasan drama itu aku dan Fahmi menjadi dekat. Seperti sepasang kekasih tapi kami tidak menjalin hubungan. Aku sendiri juga bingung. Aku lihat pemandangan disekitar jalan menuju menara eifel. Pemandangan yang tidak akan aku lupakan. Sangat indah sekali. My dream is come true now.

Aku sudah sampai di atas menara eifel. Tapi dimana Fahmi? Apa dia lupa? Apa kali ini dia tidak datang ke sini? Sudah atu jam aku mencari Fahmi di sini tapi tak ada. Fahmi, where are you? 

Ku berdiri diatas pucak menara eifel lalu berteriak “FAHMI . . I’M HERE. . WHERE ARE YOU?????”

“what are you doing?”

“Fahmi?” kata ku terkejut plus shy atas teriakan ku tadi.. OMG please save me ._. I’m shy.

“aku percaya kamu kalau kamu akan kesini..” kata Fahmi langsung berbicara mulai serius sepertinya . “Aku di sini mengambil sastra inggris, menunggu mu disini jika tidak ada jam kuliah.” Lanjutnya

“bukannya aku tidak ingin membantumu paris untuk melatih drama The Tudor mu. Tapi English ku sangat kurang waktu itu dan aku tidak percaya diri kalau harus didekatmu”

“satu hal yang kamu dan orang lain tidak tahu dari diriku yaitu, aku tidak percaya diri di dekat orang yang aku sayang,. Selalu melakukan hal bodoh dan aneh untuk menghilangkan nervous ku ini.”

Aku terus melihat dalam mata Fahmi. Ku terdiam mendengar kata – kata yang keluar dari mulut nya dan kami saling memandang satu sama lain.

“dengan kerasnya aku menghilangkan rasa gugupku ketika melihatmu atau didekatmu.. perlahan rasa itu aku hilangkan. dimulai dengan duduk dibelakang pohon besar yang ada di taman kampus yang sering kamu dan Berlin duduk disitu, lalu melihatmu dalam test acting masuk club teater, menontonmu dari kejahuan, dan berada dekat disampingmu.. kini, aku menggenggammu my little girl”

“I Love You Paris..”

Fahmi menggenggam tanganku, Fahmi bodoh banget……..!!!

Aku langsung memeluk Fahmi dan menangis.

“bodoh.. aku suka Fahmi dari SD kenapa baru sekarang bisa seperti ini.. kenapa baru bisa memelukmu seperti ini? aku kesel dengan Fahmi karna kamu selalu kasar dengan setiap orang termasuk aku,. Aku fikir kamu membenci ku karna aku tidak bisa acting waktu di test olehmu”

“I am sorry baby, I’m a fool man.. don’t cry please, I’m here beside you now in your heart forever. I promise “ jawabnya

“I Love You..” lanjut fahmi

“Love you too my eifel boy”

Komentar